4 Teori Belajar Menurut Ahli Psikologi

Mendapatkan IPK tinggi adalah impian dari setiap mahasiswa. Untuk mendapatkan IPK tinggi Anda perlu peningkatan dalam proses belajar. Sebagai mahasiswa kampus psikologi tentu buku-buku yang dipelajari sangat banyak. Untuk memahami setiap buku dan materi perkuliahan sebagai mahasiswa harus menciptakan proses belajar yang nyaman.

Untuk menambah referensi tentang psikologi, Anda dapat belajar melalui kampuspsikologi.com, blog yang membahas tentang ilmu psikologi, tips dan pengetahuan lainnya yang berhubungan dalam bidang psikologi. Agar proses belajar lebih efektif, mari kita simak teori belajar menurut para ahli psikologi sebagai berikut.

  1. Teori Belajar Behavioristik

Sesuai dengan artinya behavioristik adalah suatu kebiasaan. Teori ini lebih focus pada hasil yang bisa diukur dan dilihat. Agar perilaku yang diinginkan dapat menjadi suatu kebiasaan, maka perlu diterapkan pengulangan dan pelatihan.

Teori ini dipelopori oleh Gage dan Berliner sebagai hasil dari pengalaman menggunakan model stimulus dan respon. Contohnya, sesorang yang kursus piano, dengan Latihan berhari-hari dan berjam-jam tentunya akan menjadi kebiasaan sehingga orang tersebut bisa memainkan lagu baru karena sudah peka.

  1. Teori Belajar Kognitif

Teori ini merupakan proses belajar yang diberikan disesuaikan dengan sususan kognitif yang sudah dimiliki oleh siswa. Teori ini bukan bertopang pada hasil tetapi pada bagaimana siwa mengorganisasi pengalaman belajar yang didapatkan. Ilmuan yang meningkatkan jenis teori belajar kognitif ii yaitu Bruner, ausubel serta gagne.

Ausabel mengutamakan pada segi pengendalian atau mengorganisir yang sering disebut dampak penting pada belajar. Sedangkan, bruner focus pada pengelompokan atau penyediaan bentuk ide yang menjadi jawaban bagaimana seorang siswa mendapatkan informasi dari lingkungan.

  1. Teori Belajar Humanistik

Teori ini merupakan teori belajar yang memanusiakan manusia. Proses belajar bisa dikatakan sukses saat para pelajar sudah mengerti apa yang sedang dipelajari. Guru disini hanya membimbing sesuai arahan dan siswa yang memahami sesuai arahan guru dengan kemampuan siwa itu sendiri.

  1. Teori Belajar Konstruktif

Teori ini menyatakan bahwa permasalahan dimunculkan dari pancingan secara internal, dan terbangun berdasarkan pengetahuan yang direkonstruksi sendiri oleh siswa sedikit demi sedikit. Dalam teori ini, siswa mampu mencari sendiri masalah, dan merancang pengetahuannya melalui kemampuan berpikir dengan membuat konsep . Sisa akan lebih paham dengan teori belajar konstruktif karena terlibat langsung dalam membina pengetahuan baru dan mampu mengaplikasikan dalam situasi. Sehingga siswa tidak mudah lupa. Contoh, mahasiswa jurusan seni dalam perkuliahan banyak dosen yang mengajari berbagai aliran seni. Mahasiswa dapat mencontoh Teknik melukis dari dosen yang berbeda untuk menggabungkan di salah satu karyanya.

Teori belajar apakah yang sesuai dengan diri Anda? Tentu dari ulasan diatas Anda dapat memilih teori belajar yang sesuai. Semoga ulasan diatas bermanfaat.