Dampak Pencemaran Laut yang Harus Kita Waspadai

Tingkat pencemaran laut yang terjadi di Indonesia begitu tinggi. Tentu saja dampak pencemaran laut ini juga semakin terasa. Pencemaran berat umumnya terjadi di kawasan laut yang tidak jauh dari sungai di kota-kota besar. Tentu saja tingkat pencemaran laut ini sudah menjadi masalah yang sering untuk laut Indonesia.

Pencemaran laut memiliki arti sebagai masuknya makhluk hidup, energy, zat maupun komponen lain ke lingkungan laut yang disebabkan karena kegiatan manusia, sehingga kualitas laut akan menurun hingga di tingkat tertentu serta menyebabkan lingkungan laut tidak sesuai dengan fungsinya.

Penyebab Pencemaran Laut

Laut menjadi tercemar serta terkontaminasi dari berbagai macam sumber serta bentuk. Sumber utamanya ialah masuknya limbah industry, partikel kimia, limbah pertambangan, limbah perumahan, kebisingan dan yang lainnya.

Pencemaran laut sebagian besar berasal dari daratan, bahkan daratan menyumbang hingga 80% pencemaran.

Jenis Pencemaran Laut

Berikut beberapa jenis pencemaran laut yang harus kamu ketahui, antara lain:

  1. Eutrofikasi

Eutrofikasi sebenrnya merupakan kelebihan nutrisi kimia, utamanya adalah fosfat dan nitrat yang berada di dalam air. Hal ini menyebabkan polusi nutrisi, eutrofikasi ini membuat kadar oksigen di dalam air menjadi menurun, kualitas air menurun bahkan menjadi tidak layak huni dari ikan.

Dampak dari adanya eutrofikasi ini yang lainnya seperti proses perkembangbiakan biota laut menjadi terpengaruh, bahkan produktivitas primer ekosistem laut juga semakin meningkat.

  1. Racun

Terdapat racun persisten yang tidak bisa larut dengan ekosistem laut. Racun seperti DDT, pestisida, furan hingga limbah radioaktif terakumulasi di dalam jaringan sel biota laut serta menyebabkan bioakumulasi. Hal ini akhirnya menghambat kehidupan yang berada di bawah air serta menyebabkan mutasi.

  1. Plastik

Ketergantungan populasi manusia pada plastik semakin lama menjadi semakin meningkat, bahkan sudah memenuhi daratan dan lautan. Perlu kamu ketahui, 80% sampah ditemukan di lautan.

Plastik yang dibuat serta ditemukan di lautan tentu menjadi hal berbahaya untuk kehidupan laut serta satwa liar. Terkadang, plastik akan mencekik hewan laut hingga mati. Tidak hanya itu, plastik yang ditemukan di laut juga dapat menjerat dan tertelan hewan.

Dampak Pencemaran Laut

Sebagian hewan di laut merupakan plankton yang mengambil partikel kecil di laut. Dapat dibayangkan bagaimana jika plankton tersebut mengambil partikel bahan kimia dan memiliki potensi racun.

Partikel kimia juga dapat membuat muara menjadi anoxic karena banyak partikel yang mengurangi oksigen. Di dalam rantai makanan laut, racun ini bisa terus berkembang dan sampai ke daratan.

Saat ekosistem laut tersebut menyerap pestisida, mereka akan masuk ke dalam jaring makanan laut. Pestisida ini tentu bisa menyebabkan mutasi serta menyebabkan penyakit yang bisa merusak semua jaring makanan bahkan membahayakan manusia.

Saat logam beracun tersebut dibuang maupun diterbangkan ke lautan dari saluran air, logam akan tertelan di jaring makanan. Hal ini bisa mempengaruhi proses reproduksi, biokimia serta bisa mempengaruhi materi jaringan dan akhirnya mengubah pertumbuhan laut.

Begitu besarnya dampak dari pencemaran laut, akan lebih baik jika sekarang kita juga ikut mencegahnya. Ada berbagai cara yang dapat dilakukan seperti berhenti membuang sampah plastik di laut atau membuang sampah dengan sembarangan.

Selain itu, pencegahan juga dapat dilakukan dengan mengurangi penggunaan bahan kimia serta menggunakan transportasi umum untuk mengurangi jejak karbon. Meskipun mengambil langkah kecil, tetapi hal ini jauh lebih baik dibandingkan dengan berpangku tangan dan hanya melihat pencemaran yang sedang terjadi.