Kenali Dulu! Jenis Sapi Berkualitas Untuk Ternak Skala Besar

Di Indonesia sendiri, sapi merupakan hewan ternak dengan tingkat konsumsi dagingnya menduduki alur ke-2 terbesar sesudah ayam. Terlebih mayoritas masyarakat Indonesia yang Muslim, maka keinginan pada daging sapi ini pun amat tinggi waktu menjelang hari raya Idul Adha.

Bicara soal sapi, tahukah anda bahwa terdapat banyak sekali model sapi dari beraneka penjuru dunia yang punyai keunggulan dan kekurangan serta karakteristiknya sendiri-sendiri. Dari sekian banyaknya jenis sapi tersebut, berikut ini kami sajikan ulasan jenis-jenis sapi ternak yang paling popular dan berkualitas untuk ternak skala besar yang ada di Indonesia:

Sapi Bali

Seperti namanya, sapi Bali ini berasal dari Pulau Bali dan merupakan sapi lokal 100% asli Indonesia karena tidak ada campuran genetik di tubuhnya. Sejatinya sapi Bali ialah Banteng (Bos Sondaicus) / sapi jawa liar yang sudah mengalami penjinakkan dan berevolusi jadi ukuran yang lebih kecil daripada banteng. Beratnya berkisar antara 250 kg hingga 400 kg. Dan untuk rekor bobot pejantannya yaitu 450 kg atau kurang lebih separuh dari rekor bobot banteng yang pernah tercatat. Sedangkan tinggi dari sapi Bali dewasa ini bisa mencapai 130 cm.

Sapi Bali memiliki ciri khas yakni pada bagian-bagian tertentu tubuhnya berwarna putih. Terutama pada keempat kakinya mulai dari lutut sampai ujung kaki, tepi daun telinga, pada bibir bawah dan juga bagian didalam daun telinga. Mengingat bahwa sapi Bali termasuk dari keturunan sapi liar, maka tenaga dan kekuatan tahan tubuhnya lumayan besar. Sehingga tak hanya dimanfaatkan dagingnya (sapi pedaging), sapi Bali ini termasuk juga dimanfaatkan untuk menjadi sapi pekerja.

Sapi Madura

Sapi Madura adalah sapi hasil persilangan berasal dari sapi Bos Indicus (Zebu) / sapi berpunuk dengan Bos Sondaicus (banteng). Sebagai jenis sapi potong yang sangat banyak diminati pada pas Idul Adha tiba, jenis sapi ini berukuran relatif kecil apabila jika dibandingkan jenis-jenis sapi potong lainnya. Pertumbuhan berat badannya 0,5 – 0,8 kg/ hari dengan berat maksimal hingga 350 kg saja dengan tinggi rata-rata 118 cm.

Ciri khas yang berasal dari sapi Madura yakni sedikit berpunuk untuk sapi jantan sedangkan yang betina tidak berpunuk. Baik jantan maupun betina punya warna merah bata di nyaris semua tubuhnya. Sama seperti halnya sapi Bali, sapi Madura ini juga adalah sapi dwifungsi. Yakni tak hanya sebagai sapi pedaging, sapi Madura termasuk digunakan sebagai hewan pekerja/ pembantu petani didalam membajak sawah. Istimewanya, sapi Madura ini terhitung kerap dipertontonkan terhadap acara tradisional pulau Madura yaitu karapan sapi.

Sapi Aceh

Hampir mirip dengan sapi Madura, sapi Aceh merupakan sapi hasil persilangan antara Bos Sondaicus (banteng) dengan Zebu (sapi berpunuk) namun sapi Aceh memiliki kulit yang lebih bergelambir. Selain itu, sapi Aceh memiliki warna yang tidak seragam. Hampir di seluruh daerah di Provinsi Aceh bisa dijumpai sapi Aceh dengan warna yang berbeda-beda. Mulai dari merah bata, hitam belang-belang putih, merah bata belang-belang putih, perutnya abu-abu kehitaman, kuning langsat, bahkan terdapat sapi Aceh putih dan hitam.

Sapi Aceh dikenal sebagai sapi pedaging dan pekerja yang memiliki daya tahan tubuh cukup kuat karena mampu bertahan pada cuaca panas. Hebatnya lagi sapi Aceh dapat tetap berkembangbiak dengan baik meski kualitas pakan ternak yang diberikan buruk.

Sapi Sumbawa

Masih termasuk dalam rumpun sapi lokal Indonesia, sapi Sumbawa merupakan sapi yang memiliki sebaran asli geografis di Provinsi Nusa Tenggara Barat terutama di Pulau Sumbawa. Bentuk dan ukuran sapi Sumbawa ini sedang hingga besar, berpunuk dan bergelambir. Bobot sapi jantannya berkisar 350 kg sampai 450 kg sedangkan sapi betina 200 kg sampai 350 kg.

Karakteristik lain dari sapi Sumbawa jantan adalah tubuhnya berwarna putih keabuan. Sedangkan sapi betina berwarna putih dan bertanduk lebih panjang daripada sapi jantan. Baik sapi Sumbawa jantan maupun betina ini bertelinga sedang yang mengarah ke samping dan tidak terkulai.

Sapi Ongole

Sapi Ongole berasal dari India yang termasuk golongan zebu atau sapi berpunuk. Jenis sapi ini banyak diternak dan dikembangkan di pulau Sumba. Itu sebabnya banyak orang yang menyebutnya dengan SO (Sumba Ongole). Ciri fisiknya berwarna putih, memiliki punuk besar serta kulit yang berlipat-lipat dan bergelambir yang terdapat di bagian bawah leher dan perut.

Tinggi sapi Ongole bisa mencapai 160 cm dengan bobot hingga 850 kg. Selain ukuran tubuhnya yang besar, tenaga sapi Ongole ini juga cukup kuat. Sehingga sering dijadikan pula untuk membantu membajak sawah dan mengangkat beban berat.

Sapi Peranakan Ongole (PO)

Sapi Peranakan atau lebih dikenal dengan sebutan sapi PO merupakan sapi hasil persilangan sapi Sumba Ongole (SO) jantan dengan sapi Jawa betina. Sapi ini termasuk jenis sapi pedaging dan pekerja yang baik. Karakteristik fisiknya memiliki tenaga kuat dan ukuran tubuh besar, berpunuk, bertanduk, bergelambir longgar dengan profil melengkung. Dari segi warna, sapi PO berwarna putih dengan lutut berwarna hitam terutama pada sapi jantan. Sedangkan dari segi kualitatif, sapi Peranakan Ongole memiliki bobot maksimal sapi dewasa jantan 600 kg dan betina 400 kg.

Sapi Brahman

Jenis sapi ternak di Indonesia bernama Brahman ini tergolong dalam sapi zebu (berpunuk) yang berasal dari India dan banyak dikembangkan di Amerika. Ciri khas sapi ini adalah punuknya yang cukup besar, tidak bertanduk, berkulit longgar, memiliki gelambir di bawah leher hingga perut disertai lipatan-lipatan, serta telinganya panjang dengan posisi menggantung.

Pertumbuhan berat badan sapi Brahman bisa dibilang cepat, yakni sekitar 0,8 kg/hari. Bobotnya mampu mencapai 800 kg dengan tinggi 121-128 cm untuk sapi jantan dewasa. Sedangkan tinggi rata-rata sapi betina antara 116-123 cm dimana beratnya sekitar 500 kg. Sapi Brahman diklaim ini sebagai sapi potong dengan kualitas terbaik jika dibandingkan dengan sapi lokal dan sapi daerah tropis lainnya.

Sapi Limosin

Sapi asal Prancis ini merupakan sapi potong impor yang banyak dicari di Indonesia dan menjadi percontohan sapi kurban karena badan besar dan ukuran yang tinggi sehingga dipastikan memiliki daging yang banyak. Bahkan, pertumbuhan berat badannya lebih cepat dibandingkan dengan sapi jenis lain yakni sekitar 1,1 kg/hari. Sehingga proses penggemukan sapi Limosin ini terbilang sangat singkat.

Dengan perawatan yang baik dan pemberian pakan sapi yang efisien, berat sapi Limosin betina mampu mencapai 650 kg. Sedangkan sapi jantan beratnya hingga 1,1 ton dengan tinggi mencapai 160 cm. Ciri khas lain dari sapi Limosin ini adalah bertanduk, berwarna merah keemasan atau cenderung coklat tua dengan beberapa bagian berwarna putih seperti pada bagian lutut kebawah dan sekitar mata.

Sapi Simental

Hampir sama dengan sapi Limosin, sapi Simental atau masyarakat Jawa lebih sering menyebutnya dengan istilah sapi metal ini juga menjadi salah satu primadona sapi kurban saat hari raya Idul Adha di Indonesia. Hanya saja, sapi yang berasal dari Swiss ini tidak hanya dimanfaatkan sebagai sapi pedaging/ potong saja. Tetapi sering digunakan sebagai sapi perah pula.

Tingkat pertumbuhan berat badan sapi Simental termasuk cukup cepat dengan daging rendah lemak serta susu yang dihasilkan sangat istimewa. Bobotnya rata-rata 700 hingga 800 kg, bahkan bisa mencapai bobot 1,3 ton dengan tinggi 170 cm. Secara tampilan, tubuh sapi Simental memiliki warna bulu coklat kemerahan. Serta pada bagian lutut kebawah, muka, dan ekornya berwarna putih.

Sapi Angus

Sapi Angus merupakan tipe sapi potong yang berasal dari daratan eropa tepatnya Inggris dan Skotlandia. Warnanya hitam, cenderung pendek, tidak bertanduk, punggung lurus, tubuh lebar dan besar, padat dengan urat daging yang sangat baik. Untuk berat badan sapi Angus betina dewasa dapat mencapai 700 kg sedangkan jantan dewasa 900 kg.

Sapi Angus ini banyak digemari selain akan kualitas dagingnya namun juga karena bisa beradaptasi di segala kondisi cuaca serta dengan pakan yang bermutu rendah. Selain itu, sapi Angus juga sering dipakai pada grading up dan cross breeding untuk mendapatkan jenis sapi pedaging bermutu tinggi.

Sapi Brangus

Brangus adalah jenis sapi hasil persilangan antara sapi Brahman betina dengan sapi Angus jantan. Ciri fisik yang paling khas dari sapi Brangus ini yakni warnanya yang hitam legam pada seluruh kulitnya. Selain itu, ukurannya juga sangat besar dengan punggung lurus dan tidak memiliki tanduk.

Keunggulan sapi Brangus ini antara lain kualitas daging potongnya sangat baik, memiliki daya tahan yang baik terhadap panas/ iklim tropis. Serta produktivitas daging tinggi pun pertumbuhan badannya cukup cepat. Untuk satu ekor sapi Brangus dewasa baik jantan maupun betina beratnya mampu mencapai angka diatas 1 ton.

Demikian ulasan mengenai beberapa jenis sapi ternak di Indonesia. Semoga dapat bermanfaat dan membantu bagi anda yang ingin beternak sapi, Pastikan anda memaksimalkan dan menyesuaikan perawatan untuk ternak sapi skala besar.

Dengan begitu hasilnya dapat sesuai dan memberikan kualitas bagus serta ternak sapi dengan hasil yang maksimal memberikan kualitas maksimal.